Seiring meningkatnya aktivitas digital, pelaku kejahatan juga semakin kreatif dalam menjalankan aksinya. Berbagai modus penipuan kini dikemas seolah-olah berasal dari instansi resmi agar korban lengah dan memberikan data pribadi maupun akses keuangan.
Beberapa modus penipuan yang perlu diwaspadai antara lain:
- Penipuan melalui file atau tautan APK palsu
Pelaku mengirimkan file atau link APK dengan nama yang menyerupai instansi resmi, seperti Coretax DJP, IKD Dukcapil, bahkan undangan pernikahan digital. Korban diarahkan untuk mengunduh aplikasi dari website, lalu diminta mengisi data pribadi, melakukan verifikasi, hingga akhirnya diminta transfer dengan alasan biaya materai. Modus ini sering disertai permintaan share screen agar pelaku dapat mengakses ponsel korban secara langsung. - Tautan pembatalan transaksi mengatasnamakan bank
Korban menerima pesan yang menyebutkan adanya transaksi mencurigakan dan diminta mengklik link untuk pembatalan. Link tersebut mengarah ke situs tiruan yang meminta data sensitif seperti user ID, password, PIN, atau OTP. - Penipuan mengatasnamakan pihak kepolisian atau instansi pemerintah
Pelaku menghubungi korban dengan mengaku sebagai polisi, petugas pajak, petugas Dukcapil, pihak kelurahan hingga yang terbaru yaitu kejaksaan, lalu menyampaikan bahwa korban memiliki denda tilang, memerlukan pembaruan KTP Digital atau terlibat kasus pidana. Dengan tekanan psikologis, korban diarahkan mengikuti instruksi, mengunduh aplikasi, atau mentransfer sejumlah uang dalam jumlah besar dan cepat.
Untuk melindungi diri dan keluarga, terapkan prinsip “Must Say No” berikut:
- Must Say No percaya pada pihak yang mengaku dari instansi atau bank melalui nomor tidak resmi.
- Must Say No membagikan data perbankan seperti user ID, password, PIN, OTP, serta informasi kartu kredit / debit.
- Must Say No mengklik link, mengunduh aplikasi, atau melakukan share screen dengan alasan apapun.
- Must Say No terpancing permintaan transfer dengan alasan biaya administrasi atau materai.
Jika terlanjur mengklik link atau menginstal APK mencurigakan, segera:
- Matikan mobile data atau jaringan wifi untuk mencegah data pada handphone Anda terkirim ke pelaku.
- Hapus / Uninstall aplikasi mencurigakan yang terlanjur terdownload
Cek aplikasi mencurigakan di handphone, apabila memungkinkan, lakukan scan antivirus/antimalware untuk memastikan handphone bersih dari virus/malware. - Lakukan reset ulang atau Factory Reset setting pada handphone
Tujuannya untuk memulihkan sistem ke konfirgurasi bawannya. Usaha ini akan berefek menghapus semua data di handphone, termasuk semua foto, aplikasi & pengaturan. Maka penting untuk mem-backup data secara rutin sebelum muncul tanda-tanda mencurigakan di handphone. - Segera lakukan perubahan pada password & PIN Transaksi OCBC mobile, PIN Kartu ATM & Kartu Kredit apabila ada transaksi yang tidak dikenal.
- Jika ada yang mencurigakan atau terdapat indikasi penipuan atas transaksi Anda segera hubungi :
- TANYA OCBC 1500-999
- WhatsApp: Tanya OCBC (+62-812-1500999), OCBC Indonesia (+62-811- 2250-0999 & +62-811-5850-0999) dan OCBC Info (+62-811-1060-6222)
- Email: tanya@ocbc.id atau email resmi OCBC lainnya dengan domain/akhiran @ocbc.id
- Social Media OCBC:
- Instagram: @ocbc_indonesia
- Facebook: OCBC Indonesia
- X: @OCBC_Indonesia & @tanya_OCBC
- Youtube: OCBC_Indonesia
- Tiktok: ocbc_indonesia
Mari lebih teliti dan tetap waspada terhadap informasi yang diterima dari orang tidak dikenal. Jangan sampai lengah agar seluruh data pribadi Anda tetap aman.
Cek info selengkapnya tekait digital security di web.ocbc.id/digisecure